Translate

Senin, 13 Oktober 2014

Ceramic Festival

Halo, teman - teman .. Apa kabar ?

ummm,, kali ini saya ingin berbagi cerita saat festival keramik. Ayo,, simak ceritanya ... ;)

Kemarin, hari Sabtu - Senin tanggal 11 - 13 Oktober ada festival keramik di Shigaraki. Namun, karena ada badai topan di hari Senin maka festival hanya diadakan sampai hari Minggu saja. Sayang sekali, padahal acara ini merupakan ajang pamer karya. Jadi, semua seniman yang ada di Shigaraki sebagian besar mengikuti acara ini. 
Saat keluar menuju jalan raya, saya kaget karena jalanan sangat ramai dan mobil - mobil pun sampai macet (Jepang kog macet :O). Dan pusat keramaian tersebut ada disekitar Stasiun dan Tougei no Mori. Saya terpaksa jalan kaki dari perpustakaan Shigaraki menuju Tougei no Mori, karena dikhawatirkan tempat parkirnya penuh. Dan ternyata benar teman - teman,, tempat parkirnya penuh. Sampai - sampai ada yang parkir di tempat lain yang bisa untuk parkir mobil. 
Sesampainya di sana, saya bertemu dengan teman - teman lainnya yang sedang mengikuti pasar keramik. Karya - karya di sana sangat lengkap, karena merupakan kumpulan dari semua seniman di Shigaraki. Tidak hanya keramik saja ternyata,, tetapi ada juga yang dari kayu dan kaca. Pokoknya seru banget jalan - jalan kali ini. 


Nah, foto di atas merupakan salah satu karya seniman Shigaraki yang glatsirnya menyerupai China. Keren kan, masih ada banyak lagi teman - teman.. 
Ini dia nih karya unik yang menyerupai buah labu. Gimana buatnya ya ? :O


Ada juga karya teman saya, kambing lagi mandi. wkwkwkwk :D aneh ya, tapi bagus .. dan karya ini merupakan karya terbaik pameran di gedung Shigaraki kemarin hlo, WOW :O ..




Sebelum meninggalkan Tougei no Mori, saya bertemu dengan Ponpoko Chan, dengan senang hati kami mengambil foto bersama.



Selanjutnya saya melihat festival di dekat Stasiun. Di sini lebih khas karya - karyanya, karena benar - benar produk industri di Shigaraki. Ada macam - macam, mulai dari Tanuki, tempat payung, penerangan, benda pecah belah, vas, dan pernak - pernik souvenir. 



Tidak lupa menyempatkan makan takoyaki. Karena menjelang pembubaran, maka saya mendapat gratisan mie dan karage .. waahh,, Bejo tenan ini .. kebetulan perut sangat lapar, dapat gratisan, banyak pula..



ummmm.. tidak lupa juga kami sempat narsis di atas bukit Tougei no Mori. Ini dia nih .. hehehe



Salam,
Evi


Minggu, 14 September 2014

Jalan - Jalan ke Zeze Koen

Hai teman - teman .. apa kabar? Baik bukan?

ummm.. Kali ini saya mau cerita pengalaman saya waktu main ke Zeze Koen. hehehe... :D

Pagi - pagi, sekitar pukul 08.50 saya keluar rumah dengan sepeda menuju Shigaraki Eki (stasiun Shigaraki). Saya terkejut, (Sepi amat yak.. :/ ) cuma ada 1 orang yang menunggu bus. Karena biasanya cukup ramai. 
Setelah memakirkan sepeda, saya masuk ke dalam untuk membeli tiket menuju Kibukawa Eki. Cukup memasukkan koin seharga 460¥ di mesin pembayaran, tiketnya sudah keluar sendiri. Awalnya bingung karena baru pertama, tapi ini sudah 2 kali, jadi sudah bisa. (gaptek dikit.. hehehe)
Terus saya keluar dan duduk di tempat untuk menunggu bus. (sambil narsis)

(tempat tunggu bus)

Menit demi menit,, akhirnya pada datang juga penumpangnya. Banyak sekali yang antri, mulai dari anak kecil, remaja, dewasa.. ada juga yang sudah kakek atau nenek - nenek. (Jangan salah, di sini meskipun sudah tua tapi masih sehat - sehat.. masih pada main kemana - mana naik mobil pribadinya ataupun kendaraan umum). Selama kurang lebih 45 menit saya menunggu bus, akhirnya berangkat juga ke Kibukawa. Senang sekali, karena busnya penuh. Hehehehe  ^_^
Di Kibukawa, saya langsung membeli tiket tujuan Zeze Eki. Di samping mesin pembayaran, ada daftar nama stasiun, jadi saya tidak perlu tanya sana - sini. Cukup memasukkan uang dan memencet tombol saja. Untuk tujuan Zeze Eki, harganya 580¥. Cukup menunggu selama 5 menit, keretanya sudah datang dengan tujuan Kusatsu Eki. Untuk pergi ke Zeze, harus turun di Kusatsu dan berganti kereta. Dari Kusatsu menuju Zeze harus melewati  stasiun. Yaitu, Minami Kusatsu, Seta dan Ishiyama. Kereta yang ke-2 ini lebih nyaman, lebih panjang dan lebih cepat. Hanya dalam 5 menit sudah sampai di Zeze Eki. 
Setibanya di Zeze Eki, saya bingung mau pergi ke arah mana. Dengan nekat, saya pergi ke arah kanan lurus.Kemudian saya bertanya kepada orang setempat daerah Zeze Koen. Beliau memberitahu untuk lurus menyusuri jalan. 
(menuju Zeze Koen)

Jalanan sepi sekali, jauh pula. Tapi apa boleh buat,, jalan teruussss,,, sampai mentok. Dan akhirnya saya menemukan Zeze Koen dari kejauhan. Tapi, sebelumnya saya membeli bekal makan siang di Lawson.


Saya segera melanjutkan perjalanan menuju Zeze Koen. Senang sekali... setelah berjalan cukup jauh akhirnya ketemu juga. Ini dia nih pintu masuk Zeze Koen.

(Pintu Masuk)
Menarik kan ... ayo kita lihat dalamnya ... ada Biwako juga hlo.. 

(Pohon sakura saat musim panas)






Tamannya indah sekali bukan,, sejuk,, hijau,, bersih,, Bikin hati ayem,,
hehehehe ^_^

(narsis dulu ah.. :D )

Ahhh,,, Capek,, tapi bahagia.. hehehe :D
Sekarang waktunya istirahat, duduk memandangi danau sambil makan siang. (Itadakimasu !!!!!!)


Selesai makan, saya turun mendekati danau. Dan ternyata . . .  . . Airnya bening sekali.. Saya pengen lepas sepatu dan main air .. Tapi malu dilihat orang, saya hanya sendirian. Dan tak ada yang bermain air. Apa boleh buat... :/
Saya hanya bisa duduk di tepian danau sambil memandangi Ciptaan Tuhan yang begitu luar biasa  ... :)

Di atas danau ini juga ada jembatan yang membentang sangat panjang. Jembatan ini sangat terkenal di Jepang, khususnya di Shiga-Ken.
(Jembatan di atas Danau)

Ummm... tidak terasa sudah siang.. saya segera beranjak dan mengelilingi taman sampai puas. Di tengah - tengah taman ternyata ada patung Buddha. seperti yang ada di foto ini. 

(patung Buddha)

Saya tidak berani mengambil foto terlalu dekat, ada orang di sana dan saya takut ini keramat. (hihihihi :D)
Setelah itu, saya keluar melalui pintu samping dan menemukan kolam kecil di samping pintu Masuk. Ada ikan yang besar. Cantik banget deh pokoknya :D

(kolam ikan)
Yaahhh...
Pulang deh ... sampai ketemu lagi di Zeze Koen . . . . :D








Salam,
Evi

Jumat, 01 Agustus 2014

Produk Keramik

Hai teman-teman .. apak kabar semuanya?
Bertemu lagi dengan Blog saya ^_^

Kali ini saya ingin posting tentang beberapa produk yang saya buat di perusahaan Marushi Seito. Bulan ini saya sudah bisa melihat karya saya yang di glatsir.. Waahh.. senang sekali rasanya, waktu melihat karya saya yang masih berada di dalam tungku. Setelah karya saya dipisahkan, saya segera membersihkannya. Dan inilah beberapa karya saya yang sudah dibakar . . .

1. Wadah Permen




Wadah permen ini saya buat dengan tanah jenis Shiromikage, dan menggunakan teknik pilin. Pada produk ini saya tidak begitu banyak menggunakan glatsir, sehingga warna tanah yang asli terlihat. Ukuran karya ini kurang lebih 15cm x 8 cm.
Ada yang berminat ??? :D

2. Tempat Lilin


Tempat lilin ini saya buat dengan teknik slab pada bagian daun (alas), dan teknik pijit pada bunga. Bentuknya kecil, dan praktis untuk digunakan. Ini ceritanya, bunga teratai yang sedang mekar, sulur akarnya sampai ke atas daun, dan lilin sebagai pencerah di malam hari. Sama seperti bunga teratai, meskipun hidup di air yang kotor tetapi tetap terlihat cantik. ^_^


umm,, jangan salah, meskipun bentuknya besar, tetapi ini juga tempat lilin hlo...
:D


3. Papan Nama


Nah, papan nama di atas bisa digantung di pintu kamar teman-teman.. Gantungnnya saya buat dengan menggunakan simpul tali. 


Kalau yang ini jangan ditaruh di depan kamar.. Nanti orang pada salah masuk,, karena tulisan ini bacanya "TOIRE" dalam bahasa jepang yang artinya adalah Toilet. Toire ini merupakan bahasa serapan dari bahasa Inggris, maka dari itu tulisannya menggunakan huruf Katakana.


Menarik bukan?? Ternyata keramik itu bisa dibuat beranekaragam bentuk. Tidak hanya seperti pada gambar di atas, masih buuaannyyaaakk lagi yang bisa kita buat dengan tanah liat.. Ada yang mau mencoba membuat karya dari tanah liat???
Menyenangkan teman-teman.. bisa ber-ekspresi melalui Lempung ..




Kamis, 31 Juli 2014

Rafflessia

Bunga Rafflesia Arnoldi


Bunga Rafflessia merupakan salah satu bunga terbesar di Indonesia. Bunga ini cukup terkenal di Mancanegara, termasuk Jepang. Beberapa hari yang lalu, saya mendengar percakapan orang Jepang mengenai bunga tersebut. Ternyata bunga ini sering ditayangkan di televisi Jepang. Mereka terpesona dengan kecantikan bunga tersebut. Ya.. memang menarik, karena bentuknya yang unik dan berukuran besar. 

Dari hal tersebut, saya tertarik untuk merealisasikannya ke dalam sebuah karya keramik, dan jadilah karya tersebut seperti gambar di atas. Sebelumnya saya juga pernah membuat bunga tersebut pada tugas akhir sekolah di kelas 2 SMK. Akan tetapi, waktu itu menggunakan bakaran biskuit, warnanya menjadi sangat gelap. Dan kini saya membuatnya dengan tanah berwarna putih dan finishing dengan glatsir. Meskipun tidak sempurna, saya tetap bangga. Karena setidaknya saya bisa menghargai alam Indonesia dengan memperkenalkan bunga tersebut melalui sebuah karya keramik.